#TRIP ONE DAY EXPLORE PULAU SERIBU ( KELOR, ONRUST, CIPIR ) Bersama Shine Projects

Hello, welcome back!

Btw, this is my first article about travelling one day trip explore Pulau Seribu ( Vlog )

Aku memang suka banget yang namanya jalan jalan, gatel kalo kata mamah tuh gak bisa diem dirumah. Sebenernya buat ikut open trip ini udah aku rencanain dari kapan tau dan kenapa baru terlaksana sekarang? Ya karna punya temen yang beraneka ragam kesibukan yang hanya mejadikan jalan jalan itu impian belaka.

Singkat cerita sehabis lebaran H+3 aku coba ajak 3 teman lama ku buat ikut trip ini, karena kalau setiap reunian kita selalu aja ke mall dan itu membosankan. Yeay ternyata berhasil, respon mereka semua oke walaupun memang aku harus sedikit berkorban buat jadi ketua yang rempong buat atur transportasi dan segala macamnya, sedangkan mereka terima beres!

Untuk sistem mengikuti trip ini yaitu daftar dan langsung bayar sesuai harga yang telah diberikan melalui link website gitu yang di informasikan dr panitia travelnya.

Out Of Plan
H-1 ada yang batal gak bisa ikut! Whatt ?? aku mulai bingung dan harus gimana karena tiket yang sudah di beli tidak bisa di refund, bisa nya di gantikan orang lagi mau gak mau kita cari pengganti .

And, the story begins …

One day trip Kepulauan Seribu dimulai dengan mencari meeting point yang strategis, dengan pertimbangan yang lama, akhirnya kami memutuskan untuk bertemu di Stasiun  Cibitung janjian awal si ketemu disana pukul 04.30 WIB karena kan kita mau ke dermaga muara kamal jadi harus bener bener pagi , dan namanya juga cewek ngaret itu udah pasti terjadi -_-

Lanjut kita menaiki KRL yang seharusnya kita transit di manggarai tapi ternyata salah naik karna itu yang lewat nya pasar senen jadi beda jalur gitu deh, akhirnya kita turun di St.pondok jati balik lagi ke St.Jatinegara baru transit di St.manggarai. Setelah itu kita naik KRL lagi yang menuju Stasiun Duri buat transit ke stasiun Rawa Buaya. Awal perjalanan yang sudah membuat lelah 🙁

Sesampai nya di stasiun rawa buaya baru kita naik grabcar buat menuju meetpoint di Muara Kamal.

Itinerary
– 04:30 – 07:00 : Perjalanan menuju Muara Kamal
– 07:30 – 08:00 : Meeting point di muara kamal dan daftar ulang
– 08:00 – 08:30 : Persiapan berangkat  menuju pulau kelor
– 08:30 – 09:30 : Tiba di pulau kelor. hunting foto
– 09.30 – 11.00 :Explore Pulau Kelor
– 11.00 – 11.30 : Persiapan ke pulau onrust
– 11:30 – 12:00 : Tiba di pulau Onrust
– 12:00 – 14:00 : Ishoma dan acara bebas
– 14.00 – 14.30 : Explore dan wisata sejarah pulau onrust
– 14:30 – 15:00 : Persiapan ke pulau cipir
– 15:00 – 15.30 : Tiba di pulau cipir
– 15:30 – 17:00 : ISHOMA, Foto Dokumentasi, Acara Bebas
– 17.00 – 17.30 : Absen pengambilan lampion
– 17:30 – 18:00 : Acara pelepasan Lampion
– 18:00 – 18:30 : Prepare pulang menuju Dermaga
– 18.30 – 19.30 : Tiba di Dermaga Muara Kamal, Acara selesai.

Oke, akan coba menjabarkan itinerary tersebut :

Pukul 08.30, Aku dan teman-teman sudah naik ke kapal ikan nelayan yang sudah di disiapkan oleh panitia travel, bisa dibilang sok berani karena aku memilih duduk di paling depan biar bisa menikmati indahnya perjalanan padahal lagi teriknya matahari  pada siang itu.

Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Kelor,
Pulau ini sebenarnya tidak terlalu besar, main attraction dari Pulau ini adalah adanya Benteng peninggalan Belanda, VOC tepatnya, yang masih berdiri gagah di atas Pulau ini.

Benteng Martello – Pulau Kelor

Aku dan teman – teman ku berfoto dan juga bermain air di pulau kelor tersebut, oh ya di pulau tersebut tidak banyak yang jualan hanya ada pos kecil yang berjualan seperti air mineral, pop mie ataupun kopi. (Tips: Bawa bekal yang cukup dari rumah)

Pulau Onrust

Setelah berada di Pulau Kelor kurang lebih 2 jam, kami melanjutkan ke pulau ke dua yaitu Pulau Onrust, di Pulau ini sebenarnya banyak sejarah yang akan kita dapat saat zaman penjajahan Belanda di Batavia.
di Pulau Onrust saya dan teman-teman dapet banyak sekali info mengenai kehidupan orang Belanda di Batavia, ini karena tour agent kami menyediakan local tour guide untuk menjelaskan sejarah Pulau Onrust secara terperinci.

Sedikit informasi bahwa ternyata Pulau Onrust bisa dibilang “Primadona”nya pulau Seribu kala itu, penajajah Belanda memfungsikan Pulau Onrust sebagai gudang senjata mereka sekaligus tempat tinggal orang Belanda kala itu. Dahulu kala, menurut tour guide kami, Pulau Onrust juga terkena imbas dari dahsyatnya letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883, pihak Belanda sampai-sampai me-redesign Pulau Onrust karena dahsyatnya ledakan tersebut.

Di Pulau ini juga terselip kisah mistis dari pendudukan lokal yang sudah lama meninggali Pulau Onrust sebagai ladang mata pencaharian mereka, banyak yang menjadi saksi mata dengan kengerian Pulau Onrust.
Disini kita cuma istirahat dan temen ku ada juga yang sampai ketiduran saking lelahnya.

Pulau Cipir

Dan yang terakhir yaitu Pulau Cipir, yang bisa kita nikmati yaitu  Sunset disini dan pantainya yang lumayan bersih, serta ombak yang begitu kencang. Oh ya bisa juga bagi kalian yang ingin main air, berenang atau menaiki wahana seperti banana boat bisa di Pulau Cipir ini untuk biayanya cukup membayar 35k/org.

Detik – detik pelepasan lampion

Saat sunset telah berlalu, kita mulai menyiapkan lampion untuk kita terbangkan, ada sekitar 200 lebih peserta yang ikut pada saat itu. Lalu persiapan pulang menuju dermaga muara kamal.

Out Of Plan

Ombak malam itu mengerikan, ada kejadian kapal rombongan yang berada di belakang kita mogok, entah kenapa penyebabnya. Lalu kapal yang aku naikin mencoba membantu dengan menarik dengan tambang, memang karena kapal yang aku naikin itu lumayan lebih besar. Bener bener kejadian yang di luar dugaan, hampir kapal nya gak seimbang. Alhamdulilah masih dalam lindungan Allah akhirnya diputuskan agar dijemput dengan kapal yang duluan sudah sampai di dermaga.

Dan singkat cerita lagi kita tiba di dermaga muara kamal sekitar pukul 20.00 WIB, dan kalian tau apa yang terjadi ??  kita coba beberapa kali pesan grabcar ataupun gocar semua di cancel gitu aja dan ada aja alasan nya. Gak tau kenapa mungkin daerah situ banyak yang kurang paham atau apa. Akhirnya setelah 30 menit kita memutuskan buat jalan ke depan menuju jalan raya besar. Akhirnya mau gak mau kita sewa angkutan umum yang lewat situ, memang banyak yang nawarin buat anter ke stasiun dengan tarif yang extream 100.000 kebetulan pada saat itu ada rombongan 4 laki2 yang kebingungan juga, dan kita coba buat memberikan tawaran ke mereka untuk pergi bersama.

Tips pada saat memutuskan untuk ikut trip ini :

  1. Pastikan kondisi tubuh bener bener sehat
  2. Usahakan membawa kendaraan sendiri, karena jarak dari st.terdekat ke muara kamal cukup jauh dan sulit mencari kendaraan umum jika sudah malam hari.
  3. Jangan lupa membawa makanan dari rumah yang mencukupi karna makanan ataupun minuman disana cukup mahal ( ya namanya juga udah nyebrang laut kan )
  4. Bawa pakaian ganti ( kalau yg mau berenang atau sekedar ganti buat berfoto )
  5. Pakai sunblock atau sunscreen.

Biaya keseluruhan per orang kurang lebih nya:

  1. Tiket Trip 3 Pulau ( 85.000 )
  2. KRL Cibitung – St. Rawa Buaya PP ( 20.000 )
  3. Grabcar St. Rawa Buaya – Muara Kamal ( 10.000 )
  4. Makan siang ( 20.000 )
  5. Indomie + mineral makan sore ( 18.000 )
  6. Sewa angkutan umum ke St. Rawa Buaya ( 10.000 )

TOTAL Rp. 163.000/org

Overall, perjalanan menjelajahi 3 pulau di Kepulauan Seribu adalah pengalaman pertama yang luar biasa dengan low budget. Bener bener banyak pengalaman baru yang tidak terlupakan.
bagi kalian yang belum pernah berkunjung kesana, aku sarankan untuk segera meluncur dan menikmati keindahan pulau yang tidak jauh dari pusat kota Jakarta.

Jangan lupa buat nonton dokumentasi nya di channel youtube aku yah disini

Thank you for visiting my blog 🙂

INFO CONTACT :
Instagram: @rizkasuranti
FP Facebook: GalleryMakeup
Youtube: Rizka Suranti
Email: [email protected]

Facebook komentar

Comments are closed.